Stereotip seorang seniman di masyarakat Indonesia masih cenderung negatif dan dipandang sebelah mata. Masih banyak masyarakat yang berpikir bahwa memiliki kemampuan di bidang seni merupakan sebuah hal yang percuma. Ini disebabkan karena cukup banyak seniman yang tingkat kesejahteraan hidupnya masih di bawah rata-rata.

Sebenarnya ini bukanlah salah dari menekuni bidang seni itu sendiri, melainkan kesalahan sang seniman yang kurang mengeksplor peluang dari bidang seni itu sendiri. Kebanyakan dari mereka hanyalah menekuni seni murni tanpa ada usaha untuk menerapkan atau mengaplikasikan kepada sesuatu yang lebih memiliki nilai jual.

Seperti komik misalnya, di jaman sekarang sangat mudah untuk memasarkan karya para komikus. Tidak memerlukan gambar yang terlalu kompleks malah, yang penting memiliki alur cerita dan gambar yang simpel namun tetap menarik. Ini merupakan salah satu contoh pengaplikasian kemampuan menggambar dalam suatu media yang lebih memiliki nilai jual.

Adelia Maghfira, Komikus Cantik Asal Bogor

Sosok cantik Adelia Maghfira, author komik Maghfirare

Sosok cantik Adelia Maghfira, author komik Maghfirare

Jika anda mempunyai akun Instagram, anda pasti pernah sekilas melihat akun @tahilalats ataupun @maghfirare. Yap, kedua akun ini merupakan akun komik asli tanah air yang sedang naik daun. Tahilalats yang kini bahkan telah merilis komik versi bahasa inggris nya dan mendapat respon cukup baik. Sedangkan komik Maghfirare, siapa sangka dibalik akun yang satu ini ternyata digarap oleh seorang remaja cantik asal Bogor.

Adalah Adelia Maghfira, seorang siswi SMK Negeri 3 Bogor yang kini menekuni kesibukannya menggarap komik di Instagram yang diberi tajuk @maghfirare. Siapa sangka, komik dengan kualitas gambar, cerita dan jokes sekeren maghfirare ternyata dibuat oleh seorang anak SMK, wanita dan tentu saja berparas cantik. Adel (begitu biasa dirinya disapa) mengaku bahwa inspirasinya untuk komik maghfirare didapatnya dari pengalaman sehari-hari.

Saat ditanyakan tentang bagaimana awal mulanya Adel memutuskan untuk membuat komik, gadis cantik tersebut justru bingung. Murid jurusan tata busana tersebut mengaku memang telah menyukai dan menekuni kegiatan menggambar sejak kecil. Dan untuk urusan membuat komik, Adel mengaku telah membuat komik sejak dirinya duduk di bangku sekolah dasar.

“Aku sendiri gak tau sekarang bisa disebut berbakat atau engga, aku cuma suka sejak kecil dan gak pernah berhenti. Keluargaku sangat suportif, mereka bangga banget sama pencapaianku sekarang ini.” ujar Adel saat diwawancara oleh sebuah media online.

Belajar Menggambar Komik Bersama YXGK Serpong

Adel yangg kerap diundang jadi bintang tamu di acara perkumpulan komik

Adel yangg kerap diundang jadi bintang tamu di acara perkumpulan komik

Melihat pencapaian Adel di atas, sepertinya bukan hal yang tidak mungkin bagi kita untuk bisa melakukan hal yang sama. Namun perlu diketahui, membuat komik tidak hanya soal kemampuan menggambar saja. Memang gambar merupakan elemen utama dalam sebuah komik, namun kecerdikan author dalam memberikan cerita yang menarik juga menjadi faktor penentu kesuksesan sebuah komik.

Oleh karena itu, kursus membuat komik biasanya menawarkan pelajaran yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan kursus menggambar atau melukis biasa. Tidak banyak tempat yang menawarkan kelas kursus membuat komik sampai saat ini. Hanya beberapa tempat di ibukota, apalagi di wilayah Serpong, Tangerang Selatan dan sekitarnya yang msih bisa dihitung dengan jari.

Ada beberapa tempat kursus menggambar yang membuka kelas khusus untuk membuat komik. Namun untuk sebuah tempat les yang berdiri sendiri khusus untuk les membuat komik, masih sangat sedikit. Oleh karena itu, YXGK Serpong menawarkan kepada anda pengalaman belajar menjadi komikus yang tidak bisa anda dapatkan di tempat lain.