Kompetisi Balet International di BSD

Minat masyarakat Indonesia terhadap balet saat ini bisa dibilang cukup tinggi. Sejumlah sekolah balet pun telah menjamur di berbagai kota di tanah air. Yang mendaftar di sekolah-sekolah balet pun bermacam-macam, baik anak kecil, remaja maupun orang dewasa. Hal seperti ini tentu saja hal yang bagus bagi perkembangan balet di Indonesia.

Dan dari fenomena tersebut, maka tercetuslah untuk membuat sebuah kompetisi tari balet dengan taraf internasional. Adalah DANCEPRIX INDONESIA, sebuah kompetisi Ballet dan Contemporary Dance yang diikuti oleh berbagai negara dari seluruh dunia. Beragam hadiah mulai dari uang tunai hingga beasiswa dari sekolah balet di luar negeri.

Terlepas dari semua kemeriahan acara DANCEPRIX INDONESIA 2017, ternyata ada hal yang sedikit mengecewakan. Adalah pendapat para senior di bidang balet yang menganggap bahwa perhatian pemerintah terhadap seni tari yang satu ini masih kurang. Mereka merasa bahwa hingga saat ini sekolah-sekolah balet seperti berjuang sendirian.

DANCEPRIX INDONESIA 2017 Serpong

Juliana Tanjo, penggagas DANCEPRIX INDONESIA

Juliana Tanjo, penggagas DANCEPRIX INDONESIA

Gelaran kompetisi tari balet dan kontemporer sedunia ini sebenarnya telah digelar tahun kemarin. Namun ada yang berbeda dengan kompetisi tahun ini. Tahun ini, selain di ibukota DKI Jakarta ternyata DANCEPRIX ini juga diadakan di Bandung, Surabaya, dan juga di daerah Serpong, Tangerang Selatan.

Ini merupakan hal yang baru, sebab baru kali ini Serpong ditunjuk untuk menggelar event bertaraf internasional sekelas DANCEPRIX INDONESIA 2017. Berkembangnya wilayah Tangerang Selatan saat ini diduga menjadi alasan mengapa Serpong ditunjuk sebagai salah satu tempat digelarnya acara tersebut.

Dalam acara DANCEPRIX tahun ini, penggagas acara kompetisi dance internasional ini, Ms. Juliana Tanjo mengungkapkan telah menunjuk 6 juri sebagai tim juri. Juri yang didatangkan tersebut berasal dari berbagai negara di seluruh dunia. Kategori yag diperlombakan antara lain JUNIOR, PRE SENIOR, SENIOR, CONTEMPORARY SOLO dan CONTEMPORARY GRUP.

Dalam kompetisi tersebut, ada sejumlah hadiah yang disediakan salah satunya adalah beasiswa. Dan sekolah-sekolah yang menyediakan beasiswa tersebut antara lain: Soki Ballet School (Japan), Universal Ballet (Korea), The Dutch National Ballet Academy (Netherlands), Singapore Dance Theatre, Cheng Ballet (Singapore).

Kompetisi Internasional Tanpa Dukungan Pemerintah

Pemerintah dinilai kurang mendukung sekolah balet di Indonesia

Pemerintah dinilai kurang mendukung sekolah balet di Indonesia

Meski berjalan cukup lancar, ada sedikit ironi dalam pagelaran acara DANCEPRIX INDONESIA 2017 kemarin. Yaitu pendapat para ahli di bidang seni tari yang merasa sedikit kecewa terhadap pemerintah. Dalam sebuah wawancara tersebut, guru balet dari Mainstream of Arts, Murni Makmoer memandang bahwa perhatian pemerintah Indonesia terhadap tarian balet masih minim.

Murni pun menyatakan bahwa kurikulum yang diterapkan di sekolah-sekolah tanah air masih berpedoman pada kurikulum luar. Oleh karena itu, Murni pun berharap Indonesia bisa membuat kurikulum sendiri tentang pelajaran seni tari khususnya balet. Berikut pernyataan Murni dalam sebuah wawancara dengan media setempat.

“Pengennya bukan hanya belajar dari luar, tapi punya kurikulum sendiri, sertifikasi dari pemerintah, bisa jadi tuan rumah sendiri, Sekarang apa-apa luar, ujiannya mahal, sertifikat guru bayarannya mahal, bangga dengan luar padahal potensi penari kita juga bagus, dan ingin ada persatuan,” ujar Murni yang merupakan guru senior di Mainstream of Arts.

Dukungan dari pemerintah memang sama pentingnya dengann minat masyarakat dalam memajukan suatu hal. Begitupun dengan balet, minat masyarakat yang tinggi pun terasa percuma jika pemerintah tidak memberikan perhatian kepada bidang seni tari yang satu ini. Karena secara potensi, sesungguhnya Indonesia tidak kalah dengan negara lain.