Cari Rumah dijual di Kelapa Gading?

Salah satu investasi jangka panjang yang banyak dipilih masyarakat adalah rumah.

rumah mewah kelapa gading jakarta utara

 

Ya..! Bisnis properti yang satu ini memang cukup menguntungkan. Apalagi jika menilik harga tanah di setiap daerah tiap tahunnya naik.
Beberapa tanah atau rumah yang sering dijadikan sumber investasi adalah daerah wisata seperti Bali atau Lombok. Sedangkan kota besar juga sering menjadi sasaran seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung.
Tidak heran jika harga tanah maupun rumah di beberapa kota besar tersebut cukup tinggi. Salah satu lokasi tanah atau rumah yang memiliki harga masih terjangkau dan cukup ramai adalah Yogyakarta.

Kota ini merupakan tujuan belajar banyak orang di seluruh Indonesia. Apalagi julukannya sebagai kota pelajar. Jadi sangat cocok dijadikan salah satu investasi jangka panjang.

Perumahan Di Kelapa Gading

Harga KPR di Kelapa Gading terbilang masih terjangkau. Harganya berkisar antara Rp300-Rp 1 Miliyar. Tergantung tipe rumah dan lokasi yang dipilih. Hal ini juga dipengaruhi semakin tingginya minat masyarakat Indonesia untuk tinggal di Jakarta Utara.

Tanah di Kelapa Gading sendiri sebenarnya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Untuk daerah Kelapa Gading kota sendiri kenaikannya pertahun bisa mencapai 10-15%. Sedangkan untuk daerah Mall Kelapa gading dan Mall of Indonesia bisa mencapai 30%-55%. Dengan rata-rata kenaikan ini bisa mencapai 3,5% per bulannya.
Hal itu sangat menguntungkan bagi yang berminat memiliki investasi rumah di Jakarta Utara. Apalagi jika tujuannya untuk memperoleh keuntungan. Jadi beli tanah sekarang, lalu dijual 4-5 tahun kemudian.

Sebelum KPR di Summarecon Kelapa Gading

Banyak warga luar Yogyakarta kemudian yang memilih KPR untuk tempat tinggal. Asal mau menempati lokasi yang jauh dari kota, maka bisa memperoleh harga yang lebih murah. Sebelum melakukan perjanjian atau megambil KPR, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini.

  1. Cari tahu asal-usul penyedia KPR
    Salah satu hal wajib yang harus diketahui sebelum membeli KPR adalah asal-usul penyedia jasa KPR. Carilah agen yang sudah memiliki kredibilitas yang tinggi. Jangan sampai Anda merasa dirugikan setelah menjalin kerjasama nantinya.
    Selain itu, mencari tahu tentang harga tanah di sekitar tempat KPR juga penting. Agar Anda bisa memperkirakan kenaikan harga di kemudian hari.
  2. Lakukan konsultasi dengan Bank yang bekerjasama
    Biasanya bank penyedia jasa KPR akan memberikan konsultasi pada calon nasabah. Tanyakan tentang bunga yang akan dikenakan. Karena ini berhubungan dengan banyaknya pengeluaran yang akan Anda keluarkan nantinya.
    Biasanya bunga yang dikenakan pada tahun pertama masih tetap, namun setelah itu akan mengalami kenaikan sesuai dengan harga properti di pasaran. Konsultasi ini juga bertujuan untuk memprediksikan kenaikan bunga yang akan terjadi nantinya. Ini bisa dijadikan patokan apakah dikemudian hari Anda bisa membayar angsuran atau tidak.
    Selain itu, tanyakan juga masalah jangka waktu pembayaran. Biasanya untuk KPR bisa dilunasi dalam jangka 10 tahun. Jika lebih dari 10 tahun,lebih baik cari KPR lainnya. Ini karena semakin lama kredit yang harus dijalani,maka semakin tinggi pula bunga yang akan ddibayarkan pada suatu hari nanti.
  3. Pelajari Perjanjian Jual Beli
    Pelajari juga perjanjian yang dilakukan oleh pihak penyedia jasa. Ini dilakukan supaya bila ada permasalahan dikemudian hari bisa diselesaikan secara hukum yang benar.
  4. Pelajari juga oper kredit
    Jika Anda melakukan oper kredit, jangan hanya melakukan kesepakatan dengan pemilik kredit sebelumnya. Pasalnya, Anda akan mengalami masalah pada penerimaan sertifikat rumah dikemudian hari.

Anda harus melakukan kesepakatan juga dengan bank atau penyedia KPR terkait. Usahakan bahwa pembayaran angsuran selanjutnya nanti atas nama Anda sendiri. Ini supaya dikemudian hari tidak terjadi masalah tentang penamaan dan penyerahan sertifikat rumah.

Sebaiknya memilih yang mana: membeli rumah atau menyewa rumah?

Lantas apa saja kelebihan dan kekurangan membeli dan menyewa rumah? Cukup bagus pertanyaannya dan memang pertanyaan ini adalah gambaran umum mereka yang berkeinginan untuk tinggal di rumah baru.

Biasanya pertanyaan ini muncul di benak mereka yang hendak menikah atau baru saja menikah di mana pasangan suami-istri pastinya ingin tinggal di tempat yang terpisah dengan orang tua masing-masing dan belajar mengurus rumah tangganya sendiri.

Memutuskan apakah akan membeli atau menyewa rumah / properti memang tidaklah mudah.

Anda harus membuat keputusan yang tepat dan dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Pastikan keputusan Anda sesuai dengan kebutuhan Anda dan juga pasangan Anda. Hal ini juga berlaku untuk Anda yang hendak merintis sebuah usaha/ bisnis di mana Anda membutuhkan bangunan sebagai lapak usaha Anda. Anda wajib sesuaikan keputusan Anda dengan kebutuhan bisnis Anda.
Terdapat 3 faktor penting yang mempengaruhi hasil keputusan apakah perlu membeli properti atau hanya perlu menyewa saja, yaitu:

Faktor rencana jangka panjang

Property, baik rumah maupun toko/ ruko untuk lapak usaha harus ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan perencanaan apakah properti ini akan digunakan untuk jangka waktu yang panjang atau hanya untuk jangka pendek saja. Jadi, Anda perlu memutuskan terlebih dahulu apakah bisnis/ usaha Anda ini akan beroperasi di wilayah ini saja dalam waktu yang lama atau kemungkinan ada rencana untuk mencoba berbisnis di tempat lainnya. Demikian juga untuk rumah, buatlah kesepakatan terlebih dahulu dengan pasangan apakah Anda dan pasangan Anda akan menempati rumah secara permanen atau hanya untuk sementara waktu saja. Jika jawabannya hanya untuk sementara waktu saja, maka pilihan yang paling tepat adalah menyewa saja. Dengan menyewa properti, modal usaha tidak terbuang banyak (khusus untuk Anda yang ingin menjalankan usaha) dan tidak akan menjadi beban bagi Anda yang baru saja menikah karena Anda tidak harus memikirkan cicilan KPR tiap bulannya yang kisarannya cukup tinggi.

Namun jika Anda berencana akan menjadikan properti Anda ini sebagai tempat usaha tetap Anda, tak ada salahnya Anda membeli properti ini. Demikian juga dengan Anda yang berencana ingin memiliki hunian yang nantinya akan Anda tempati dengan pasangan Anda. Silahkan Anda membeli rumah idaman Anda dengan catatan Anda dan pasangan Anda telah memiliki kemapanan finansial.

Faktor modal

Dalam memutuskan apakah akan membeli atau menyewa properti biasanya akan disesuaikan dengan besarnya modal yang dimiliki. Ketersediaan modal yang besar cenderung membuat kita lebih memilih untuk memebeli daripada menyewa properti. Sebaliknya, keterbatasan modal menjadikan kita berhati-hati dalam menggunakan modal yang ada, termasuk soal biaya yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan akan properti. Dengan kata lain, menyewa properti jauh lebih disarankan daripada membeli properti.
Rencana perluasan usaha (khusus untuk Anda yang berniat membuka suatu usaha)

Sebelum Anda memutuskan akan menyewa atau membeli properti, apakah Anda memiliki rencana untuk memperluas usaha Anda? Jika iya, pilihan yang tepat untuk Anda adalah membeli properti. Poperti ini nantinya boleh Anda perluas lagi sesuai dengan kebutuhan Anda. Hal ini nantinya akan jauh lebih menguntungkan Anda karena peluang Anda untuk mendapatkan profit yang lebih besar lagi sangatlah tinggi. Terlebih lagi jika didukung oleh lingkungan yang ramai, lokasi yang mudah diakses, dan respon masyarakat sekitar yang begitu positif